🦶 MERAPATKAN SHOF 🦶
Syaikh Ibnu Baz rohimahulloh (w. 1420) ditanya:
س: يلحظ على المصلين أن الواحد يبعد عن الثاني بما يعادل طول قدمه، ويرجو التوجيه والنصيحة جزاكم الله خيرا
ج: الواجب على المسلمين في الصفوف التراص والتقارب، ولا يجوز ترك الفرج؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: «تراصوا » (أخرجه أحمد في مسنده، من حديث أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه، برقم (12983)) كان يأمرهم عند الدخول في الصلاة أن يتراصوا وأن يسدوا الفرج، فوجب على المسلمين الامتثال وأن يسدوا الفرج وأن يتراصوا، فيلزق قدمه بقدم جاره، ويتقاربوا جميعا، حتى لا يكون بينهم فرج، وبعض الناس قد يؤذي جيرانه بأن يفشج يتوسع، ويلصق أقدامه بأقدام إخوانه، لكن يحصل بذلك بعض الأذى، فالسنة أن يستقيم في وقوفه، وأن يجذب أخاه إليه من هنا ومن هنا حتى يتراصوا، وحتى لا يؤذيهم بشيء، يستقيم ويجر أخاه إليه من هنا ومن هنا حتى يسد الفرجة، ولا يفشج ويمد رجليه من هنا ومن هنا من أجل رص قدمه بقدمهم لا، بل يعلمهم السنة بأن يستقيم في وقفته، ويجر هذا الذي على يمينه وعن شماله حتى يسد الفرجة برفق وحكمة، وحتى لا يكون هناك شقاق ونزاع، وحتى تحصل السنة التي دعا إليها النبي عليه الصلاة والسلام.
Pertanyaan:
Terlihat pada sebagian orang yang sholat bahwa seseorang menjauh dari orang di sebelahnya dengan jarak kira-kira sepanjang satu telapak kaki. Kami mengharapkan arahan dan nasihat. Semoga Alloh membalas Anda dengan kebaikan.
Jawaban:
Yang wajib bagi kaum muslimin dalam shof-shof sholat adalah saling merapat dan saling mendekat. Tidak boleh membiarkan adanya celah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
"Rapatkanlah shof kalian."
Dahulu Nabi ﷺ memerintahkan mereka ketika hendak memulai sholat agar mereka saling merapat dan menutup celah-celah. Maka wajib bagi kaum muslimin untuk melaksanakan perintah tersebut, yaitu menutup celah-celah dan saling merapat.
Seseorang hendaknya menempelkan kakinya dengan kaki tetangganya, dan mereka semua saling mendekat sehingga tidak ada celah di antara mereka.
Akan tetapi, sebagian orang justru menyakiti orang-orang di sebelahnya dengan melebarkan kedua kakinya secara berlebihan, lalu menempelkan kedua kakinya ke kaki saudara-saudaranya, sehingga timbul gangguan.
Yang sesuai sunnah adalah seseorang berdiri dengan posisi yang lurus, lalu menarik saudaranya ke arahnya dari sebelah kanan dan sebelah kiri sehingga mereka saling merapat dan tidak ada celah, tanpa menyakiti mereka sedikit pun.
Ia berdiri lurus, lalu menarik orang yang berada di sebelah kanan dan kirinya hingga celah tertutup.
Adapun melebarkan kedua kaki dan merentangkannya ke kanan dan ke kiri hanya demi menempelkan kakinya dengan kaki mereka (secara berlebihan), maka tidak demikian caranya.
Yang benar adalah ia mengajarkan sunnah kepada mereka dengan berdiri secara lurus pada posisinya, kemudian menarik orang yang berada di sebelah kanan dan kirinya dengan lembut dan penuh hikmah, hingga celah tertutup, sehingga tidak terjadi perselisihan dan pertengkaran, serta terwujud sunnah yang telah dianjurkan oleh Nabi ﷺ.
📚 Fatawa Nur 'alad-Darb, jilid 12, hlm. 234–235.
Telegram: https://t.me/ilmui
https://il-mui.blogspot.com
#share_gratis, #tanpa_logo, #tanpa_minta_donasi, #tanpa_yayasan, #tanpa_ormas

0 Comments