Advertisement

IKUTILAH SALAFUSSHOLEH

بسم الله الرحمٰن الرحيم

📜 IKUTILAH SALAFUSSHOLEH 📜

Bagian ke 12: ⤵️

Syaikh AlAlbany rohimahulloh (w: 1420) berkata:

لكن الحنفي يقول: الإيمان لا يزيد ولا ينقص، الشافعي يقول: الإيمان يزيد وينقص الخ.
إذن جوابك: بأنك مسلم، وجواب ذاك بأنه مسلم، لا يحدد مذهبك تماماً، ففهم فقال: أقول حينئذ أنا مسلم على الكتاب والسنة.
قلت له: كذلك كل مسلم حتى الأمثلة التي ضربتها لك آنفا هل هناك حنفي يقول: أنا مسلم لست على الكتاب والسنة؟ .
هل هناك شافعي يقول: لست على الكتاب والسنة؟ .
سأقول لك: هل هناك إباضي من الخوارج الموجودون اليوم في الأرض الإسلامية يقول: أنا لست على الكتاب والسنة؟ .
بل هل هناك شيعي، هل هناك رافضي يقول: أنا لست على الكتاب والسنة؟ .
كلهم يقولون نحن على الكتاب والسنة؟ .
هذا ما سبق بيانه آنفا.
كل المسلمين مهما كان الخلاف بينهم شديداً وكثيراً، كلهم يقول: على الكتاب والسنة، ولكن لا أحد منهم يقول: وعلى منهج السلف الصالح إلا الذين ينتمون إلى منهج السلف الصالح، ونقول إذا ما سئلنا: أنا سلفي انتهى الأمر؛ لأنه معنى سلفي: على الكتاب والسنة وعلى منهج السلف الصالح.
فلما بينت له هذا، قلت له: لا يكفي أن تقول: أنا مسلم على الكتاب والسنة؛ لأن كل الطوائف والجماعات يقولون: على الكتاب والسنة.
قال: أقول إذن: أنا على الكتاب والسنة لأنه آمن معي بعد مثل هذه المحاضرة، بل محاضرات قال: إذن أنا أقول: أنا على الكتاب والسنة وعلى
منهج السلف الصالح.

Akan tetapi, orang Hanafi berkata: "Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang," sedangkan orang Syafi'i berkata: "Iman itu bertambah dan berkurang," dan seterusnya.
Maka jawabanmu bahwa engkau "seorang muslim", dan jawaban orang itu bahwa ia "seorang muslim", tidak menentukan mazhabmu secara pasti. Maka ia pun paham lalu berkata: "Kalau begitu aku katakan: Aku adalah seorang muslim di atas Al-Kitab dan As-Sunnah."

Aku katakan kepadanya: "Demikian pula setiap muslim (akan berkata begitu), bahkan pada contoh-contoh yang aku berikan kepadamu tadi. Apakah ada orang Hanafi yang berkata: 'Saya muslim tapi tidak di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'? Apakah ada orang Syafi'i yang berkata: 'Saya tidak di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'?"

Aku katakan kepadamu: "Apakah ada orang Ibadi dari kalangan Khawarij (pemberontak) yang ada hari ini di negeri Islam yang berkata: 'Saya tidak di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'? Bahkan, apakah ada orang Syiah, apakah ada orang Rafidhah yang berkata: 'Saya tidak di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'? 

Semuanya mengatakan: 'Kami di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'!"
Inilah yang telah dijelaskan sebelumnya. Seluruh kaum muslimin, betapapun keras dan banyaknya perselisihan di antara mereka, semuanya berkata: "Di atas Al-Kitab dan As-Sunnah." Akan tetapi, tidak ada satu pun dari mereka yang berkata: "Dan di atas manhaj Salafush Shalih," kecuali mereka yang menyandarkan diri pada manhaj Salafush Shalih. 

Dan kita katakan jika ditanya: "Saya seorang Salafy," maka selesailah perkara. Karena makna "Salafy" adalah: Di atas Al-Kitab, As-Sunnah, dan di atas manhaj Salafush Shalih.
Ketika aku jelaskan hal ini kepadanya, aku katakan: "Tidak cukup engkau berkata: 'Aku muslim di atas Al-Kitab dan As-Sunnah', karena seluruh kelompok dan jamaah berkata: 'Di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'."

Ia berkata: "Kalau begitu aku katakan: Aku di atas Al-Kitab dan As-Sunnah," karena ia telah beriman (setuju) bersamaku setelah ceramah semacam ini, bahkan beberapa ceramah. Ia berkata: "Kalau begitu aku katakan: Aku di atas Al-Kitab dan As-Sunnah dan di atas manhaj Salafush Shalih."

وقلت وأنا أعرف أنه أديب من الأدباء وكاتب من الكُتَّاب ألا تجد في لغتك العربية التي تأدبت بها، وتكلمت بها، وتكتب بها، ألا تدلك لفظة تختصر جوابك هذا: أنا مسلم على الكتاب والسنة وعلى منهج السلف الصالح؟ .
فصمت. قلت يعني إذا قلنا: أنا سلفي ألا يؤدي عبارتك الطويلة: أنا على الكتاب والسنة؟ .
فأجاب بالإيجاب. هذه هي حقيقة الدعوة السلفية، وتلك هي مخالفات حزب التحرير، وكل الجماعات القائمة وإنما نحن دائرتنا أوسع من أي دائرة يتبناها أي حزب على وجه الأرض.
أنا عارف من حزب التحرير أنه من نظامه: إذا تبنى فرد من أفراده رأيا يخالف رأيه: أي الرأي الذي يتبناه الحزب يفصل، ويقال له: لست منا.
نحن لا نقول هكذا، أنا أعرف مثلا أن من أفكار حزب التحرير أن المرأة لها حق أن تنتخب وأن تُنتخب، فلن تجد تحريريا منهم من الكُتاب: أن المرأة ليس لها مجال للتدخل في هذه الأمور التي تسمى اليوم: بالسياسة.
لها أن تتعلم ما يناسب أنوثتها، ما يناسب رقتها ولطفها إلى آخره.
أما أن تنتخب وتُنتخب لوتبنى شخص من حزب التحرير هذا الرأي يخالف فيه حزب التحرير فسوف يفصل، أما نحن فنقبل حزب التحرير، والإخوان المسلمين، وجماعة التبليغ، ولكن على أساس: {يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ} [آل عمران: 64].

Dan aku berkata—sedangkan aku tahu bahwa ia adalah seorang sastrawan di antara para sastrawan dan penulis di antara para penulis: "Tidakkah engkau dapati dalam bahasa Arabmu yang engkau pelajari, engkau gunakan untuk berbicara, dan engkau gunakan untuk menulis; tidakkah ada satu kata yang bisa meringkas jawabanmu yang panjang ini: 'Aku adalah seorang muslim di atas Al-Kitab, As-Sunnah, dan di atas manhaj Salafush Shalih'?"

Ia pun terdiam. Aku katakan: "Bukankah jika kita katakan: 'Aku seorang Salafy', itu sudah mewakili ungkapan panjangmu: 'Aku di atas Al-Kitab dan As-Sunnah'?"
Maka ia menjawab mengiyakan. Inilah hakikat dari dakwah Salafiyah. Dan itulah bentuk-bentuk penyimpangan Hizbut Tahrir serta seluruh jamaah yang ada saat ini. 

Sesungguhnya lingkaran (cakupan) kami lebih luas daripada lingkaran mana pun yang diadopsi oleh kelompok mana pun di muka bumi.
Aku mengetahui tentang Hizbut Tahrir bahwa termasuk dalam sistem mereka: jika salah seorang anggotanya mengadopsi suatu pendapat yang menyelisihi pendapat kelompok—yaitu pendapat resmi yang diadopsi kelompok—maka ia akan dikeluarkan (dipecat), dan dikatakan kepadanya: "Engkau bukan bagian dari kami."

Kami tidak berkata demikian. Aku tahu misalnya, termasuk di antara pemikiran Hizbut Tahrir adalah bahwa wanita memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Maka engkau tidak akan mendapati seorang pun penulis dari kalangan Tahririyah yang berpendapat bahwa wanita tidak memiliki ruang untuk ikut campur dalam urusan-urusan yang hari ini disebut dengan "politik".

Padahal (menurut kami), wanita hendaknya mempelajari apa yang sesuai dengan kewanitaannya, apa yang sesuai dengan kelembutan dan kasih sayangnya, dan seterusnya.
Adapun urusan memilih dan dipilih, seandainya ada seseorang dari Hizbut Tahrir yang mengadopsi pendapat (yang melarang hal ini) sehingga ia menyelisihi partainya, maka ia akan dipecat. 

Sedangkan kami, kami menerima (merangkul agar bertaubat) orang Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, dan Jamaah Tabligh, namun di atas dasar:

> *"Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Alloh dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai robb-robb selain Alloh."* [QS. Ali Imran: 64].
>

فنحن ندعو كل مسلم إلى أن يتبنى هذا الأصل، ثم يتفرع عليه فروع كثيرة، وكثيرة جداً.
حينئذ يصبحون معنا، قد يختلفون معنا في التطبيق، لأن التطبيق يحتاج إلى علم، ونحن نقول: أن العلم بالكتاب والسنة مع الأسف الشديد لا يعتني الجماعات الإسلامية به، ومع ذلك فهم يريدون أن يقيموا دولة الإسلام على الجهل بالإسلام.
فنقول: {لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُواللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب: 21].
فرسول الله عز وجل بدأُ بتعليم الناس، وبدعوتهم إلى العقيدة أولا، ثم إلى العبادات وتحسين السلوك ثانياً، وهكذا ينبغي أن يعيد التاريخ نفسه.
وبهذا القدر كفاية والحمد لله رب العالمين.
(الهدى والنور / 740/ 06: 01: 00)
(الهدى والنور / 740/ 12: 14: 01)

Maka kami mengajak setiap muslim untuk mengadopsi prinsip dasar ini, yang kemudian darinya akan bercabang banyak hal, bahkan sangat banyak sekali.
Saat itulah mereka menjadi bersama kami. Mereka mungkin saja berbeda pendapat dengan kami dalam hal penerapan (*tathbiq*), karena penerapan itu membutuhkan ilmu. 

Dan kami katakan: Bahwasanya ilmu tentang Al-Kitab dan As-Sunnah, sangat disayangkan, tidak menjadi perhatian bagi kelompok-kelompok Islam. Padahal, mereka ingin menegakkan Daulah Islam di atas ketidaktahuan (kebodohan) terhadap Islam.

Maka kami katakan:
> *"Sungguh, telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."* [QS. Al-Ahzab: 21].

Maka Rosululloh —*’shollallohu 'alaihi wa sallam*— memulai dengan mengajarkan manusia dan menyeru mereka kepada aqidah terlebih dahulu, kemudian kepada ibadah dan perbaikan perilaku (*akhlak*) pada tahap kedua. Demikian pulalah sejarah seharusnya terulang kembali.

Dan dengan kadar ini telah mencukupi, walhamdulillahi Rabbil 'alamin.

*(Al-Huda wan Nur / 740 / 00:01:06)*
*(Al-Huda wan Nur / 740 / 01:14:12)*

📚 [Jami'ut Turots Al-'Allamah Al-Albany fil Manhaj wal Ahdatsil-Kubro (kumpulan warisan Alallaamah AlAlbany dalam manhaj dan peristiwa-peristiwa besar), 1/339-341]

Selesai wal hamdulillah,
Kami (penerjemah) katakan: bahwa merangkul kaum muslimin yang menyelisihi jalan salafussholeh dan membangkang setelah dinasehati sehingga menjadilah mereka ahlulbid'ah, maka merangkulnya adalah sesuatu yang menyelisihi jalan salafussholeh itu sendiri, 
kecuali jika ahlul bid'ah tersebut mempunyai kekuasaan atau menjadi penguasa maka jalan yang ditempuh para salafussholeh adalah bersabar atas kezoliman penguasanya, tidak memberontak dan tetap ta'at pada perkara yang ma'ruf, wallohu waliyyuttaufiiq.

#share_gratis, #tanpa_logo, #tanpa_minta_donasi, #tanpa_yayasan, #tanpa_ormas

IKUTILAH SALAFUSSHOLEH


Post a Comment

0 Comments