⛓💥 PERPECAHAN UMMAT ⛓💥
Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh (w. 1421) ditanya:
وسئل - حفظه الله تعالى - عن افتراق أمة النبي محمد، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بعد وفاته؟
فأجاب بقوله: أخبر النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فيما صح عنه أنَّ «اليهود افترقوا على إحدى وسبعين فرقة، والنصارى على اثنتين وسبعين فرقة، وَأَنَّ هذه الأمة ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة، وهذه الفرق كلها في النار إلا واحدة، وهي ما كان على مثل ما كان عليه النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وأصحابه،» وهذه الفرقة هي الفرقة الناجية التي نجت في الدنيا من البدع، وتنجو في الآخرة من النار، وهي الطائفة المنصورة إلى قيام الساعة التي لا تزال ظاهرة قائمة بأمر الله - عز وجل -.
وهذه الفرق الثلاث والسبعون التي واحدة منها على الحق والباقي
على الباطل، قد حاول بعض الناس أن يعددها، وشعّب أهل البدع إلى خمس شعب، وجعل من كل شعبة فروعا ليصلوا إلى هذا العدد الذي عينه النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ورأى بعض الناس أن الأولى الكف عن التعداد لأن هذه الفرق ليست وحدها هي التي ضلت بل قد ضل أناس ضلالا أكثر مما كانت عليه من قبل، وحدثت بعد أن حصرت هذه الفرق باثنتين وسبعين فرقة، وقالوا: إن هذا العدد لا ينتهي ولا يمكن العلم بانتهائه إلا في آخر الزمان عند قيام الساعة، فالأولى أن نجمل ما أجمله النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ونقول: إن هذه الأمة ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة، ثم نقول: كل من خالف ما كان عليه النبي، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وأصحابه فهو داخل في هذه الفرق، وقد يكون الرسول، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أشار إلى أصول لم نعلم منها الآن إلا ما يبلغ العشرة وقد يكون أشار إلى أصول تتضمن فروعا كما ذهب إليه بعض الناس فالعلم عند الله - عز وجل -.
[ابن عثيمين ,مجموع فتاوى ورسائل العثيمين ,٣٨-١/٣٧]
Pertanyaan
Beliau — semoga Alloh Ta‘ala menjaganya — ditanya tentang perpecahan umat Nabi Muhammad ﷺ setelah wafatnya beliau.
Jawaban
Beliau menjawab:
Nabi ﷺ telah mengabarkan dalam hadits yang shohih dari beliau bahwa:
> “Orang-orang Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, orang-orang Nasroni menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semua golongan tersebut berada di dalam neraka kecuali satu, yaitu golongan yang berada di atas apa yang dahulu aku dan para sahabatku berada di atasnya.”
Golongan inilah golongan yang selamat (al-firqatun-nājiyah), yang selamat di dunia dari kebid'ahan dan akan selamat di akhirat dari neraka. Golongan ini juga merupakan kelompok yang ditolong (aṭh-ṭho’ifatul-manṣhūroh) hingga tegaknya Kiamat, yang senantiasa tampil dan tegak menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla.
Adapun tujuh puluh tiga golongan tersebut, yang satu berada di atas kebenaran sedangkan sisanya berada di atas kebatilan, sebagian orang telah berusaha menghitung dan merincinya. Mereka membagi para pengikut bid'ah menjadi lima kelompok, kemudian menjadikan setiap kelompok memiliki cabang-cabang, agar jumlahnya mencapai angka yang telah ditetapkan oleh Nabi ﷺ.
Sebagian orang berpendapat bahwa yang lebih utama adalah tidak perlu melakukan perincian jumlah tersebut, karena golongan-golongan ini bukan satu-satunya golongan yang tersesat. Bahkan, ada orang-orang yang kesesatannya lebih besar daripada kesesatan yang telah ada sebelumnya. Mereka muncul setelah golongan-golongan tersebut dibatasi menjadi tujuh puluh dua golongan.
Mereka mengatakan bahwa jumlah ini tidak akan berakhir, dan tidak mungkin diketahui seluruh akhirnya kecuali pada akhir zaman, ketika Kiamat telah tegak.
Oleh karena itu, yang lebih utama adalah kita menyampaikan secara global sebagaimana Nabi ﷺ menyampaikannya secara global. Kita katakan:
> “Umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya berada di dalam neraka kecuali satu.”
Kemudian kita katakan:
> “Setiap orang yang menyelisihi (agama) apa yang dahulu Nabi ﷺ dan para sahabatnya berada di atasnya, maka dia termasuk ke dalam golongan-golongan tersebut.”
Bisa jadi, Rosululloh ﷺ mengisyaratkan kepada pokok-pokok perpecahan yang saat ini belum kita ketahui kecuali sekitar sepuluh pokok. Bisa jadi pula, beliau mengisyaratkan kepada pokok-pokok yang di dalamnya terdapat berbagai cabang, sebagaimana pendapat sebagian orang.
Dan ilmu tentang hal itu ada di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla.
---
📘 Majmū‘ Fatāwā war Rosā’ilil-‘Utsaimīn, 1/37-38.
Telegram: https://t.me/ilmui
#share_gratis, #tanpa_logo, #tanpa_minta_donasi, #tanpa_yayasan, #tanpa_ormas



0 Comments